Sekretariat Jenderal DPR RI mulai menerapkan langkah efisiensi anggaran sebagai respons atas krisis BBM global yang berpotensi membebani APBN. Salah satu opsi yang dikaji adalah penerapan work from home (WFH) setiap Jumat guna menekan konsumsi energi.
“Kalau hari Jumat kita jemputan tidak perlu beroperasi. Ini tentu menjadi potensi efisiensi yang cukup besar,” kata Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan, Jumat (27/3).
Kebijakan efisiensi juga mencakup penghematan BBM kendaraan dinas pejabat eselon I hingga III, pengaturan listrik gedung, serta pembatasan perjalanan dinas. Penggunaan listrik akan diatur lebih ketat, termasuk mematikan lampu dan listrik ruang rapat saat tidak digunakan.
“Mulai hari ini (Jumat) kita lakukan pengaturan yang lebih ketat. Jadi bukan sekadar pemadaman, tapi pengaturan waktu penggunaan listrik agar lebih efisien,” jelasnya.
Selain itu, DPR menargetkan efisiensi penggunaan BBM hingga sekitar Rp 1,5 miliar per tahun melalui pembatasan kendaraan operasional dan sistem pengendalian berbasis RFID, serta mendorong pelaksanaan rapat secara virtual untuk kegiatan yang tidak mendesak.
📸: Dok. kumparan/Nasywa Athifah.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R169 | E023
#bicarafaktalewatberit
a #kumparan