"Maka, tetaplah guoblok dan jangan pintar, agar mudah terperdaya".
Kasus di Gereja St. Stefanus Surabaya jadi pengingat, radikalisme bisa muncul dari cara pikir yang sempit.
Ciri awalnya sering nggak disadari: merasa paling benar, menolak perbedaan, dan mudah membenarkan ting untuk tetap berpikir jernih dan nggak mudah terhasut..
Video: jejaktranding