Kalau 40% saja *laki-laki* baligh Indonesia menjalankan syariat Islam sepenuhnya, 'bisnis' yang terdampak adalah: alkohol, narkotik, pornografi, judi & pinjaman berbasis riba. Kehilangan 40% konsumen itu potensi membangkrutkan bisnis, jadi 'wajar' kalau adiksi akan itu dipupuk.